Nggak kerasa, sudah memasuki jaman dimana teman-teman sebaya mulai berharap segera dipertemukan dengan jodohnya.
Dan bakalan ada jaman ketika besok setiap ke gereja, nggak asing sama nama-nama yang dibacain di pengumuman penerimaan Sakramen Pernikahan.
Dan bakal ada masa, namaku yang akhirnya disebut. Hehe.
Random bgt sih..
Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan
Hellooo with a very long ooooo!
Helloooooooooo.
Kangen nulis di sini. Kangen galau di sini. Haha.
So if you ask me, how's life? Life's been good.
Sekarang Santa sudah kuliah dan (sok) sibuk. Jarang ada waktu buat galau-galau di blog, dan korban curhat dari ini semua tentu saja adalah otaknya yang pas-pasan dan sok tau. Mereka lebih sering ngobrol sekarang. And laugh over random things.Literally laugh, di sembarang tempat.
And so on, and so on.
Yang pasti Santa menjadi orang yang lebih sedikit berbeda. Jauh lebih santai dari sebelumnya. Dan mulai sebel sama orang-orang yang overhelmed with unnecessary things. Ngerti kan maksudnya? Yang nggak santai, yang meribetkan hal-hal sepele. Hahaha. Bukan mereka yang salah, aku yang ngerasa lama-lama mulai terlalu santai dan nggak bisa sedikit sigap or whatever it's called.
I'll try to post here as much as I can. Laptop sedang dalam kondisi rusak dan sekarang mulai beralih jadi anak warnet yang jam 11 malem masih keluyuran di warnet ngerjain tugas dan besoknya jam 8 kembali lagi ke warnet buat ngeprint dll dll dll.
AKU KANGEN LIBUR PANJANG. Daaah!
Random
Secara random, di tengah-tengah ngerjain soal TPA;
Santa : Weh! Jangan-jangan dari tadi satu ruangan tapi nggak sadar *terkesima* *celingukan*
...
Mind : Err, San, dia IPS kan ya?
And I was like
Haha
Semacam kesetrum habis belajar fisika listrik.
Oya, tadi pagi pas beres-beres kamar nemuin ini:
Isinya apa banget. Sejenis diary pas kelas 10, masih agak alay gitu ternyata. Sekarang juga deng. Ga deng.
Kebanyakan isinya pas lagi berantem sama Abi haha. Waktu awal-awal belum ngerti se-nggak-jelas dan senyebelin apa ternyata si manusia random itu. But I learned much. Dari yang awalnya uring-uringan tiap dia mendadak batalin janji. Tiap kali sms gaje. Tiap kali mendadak atos. Kalo sekarang sih, karepmu lah. Malah aneh kalo dia mendadak baik haha.
Kan kalo kata Ajahn Brahm; fokuskan hanya pada sisi baik setiap orang.
[Abi kurus kok, kurus, kurus, kurus.]
Tapi kalo aku bilang, aku yang lebay sih ya dulunya. Eh ya nggak juga deng. Namanya juga beradaptasi dari perubahan Abi yang super sweet menjadi Abi yg akhirnya menunjukkan style asli ha-njuk-nguopo style. Kalo sekarang kan udah tau hal-hal yang perlu dihindari kecuali pengen menurunkan mood secara drastis dan kalimat-kalimat yang bakalan cuma dibalas dengan ekspresi sedatar mungkin sama dia :|
Ya gitu deh. Ini apa malah curhat.
Oya, tadi pagi pas beres-beres kamar nemuin ini:
Isinya apa banget. Sejenis diary pas kelas 10, masih agak alay gitu ternyata. Sekarang juga deng. Ga deng.
Kebanyakan isinya pas lagi berantem sama Abi haha. Waktu awal-awal belum ngerti se-nggak-jelas dan senyebelin apa ternyata si manusia random itu. But I learned much. Dari yang awalnya uring-uringan tiap dia mendadak batalin janji. Tiap kali sms gaje. Tiap kali mendadak atos. Kalo sekarang sih, karepmu lah. Malah aneh kalo dia mendadak baik haha.
Kan kalo kata Ajahn Brahm; fokuskan hanya pada sisi baik setiap orang.
[Abi kurus kok, kurus, kurus, kurus.]
Tapi kalo aku bilang, aku yang lebay sih ya dulunya. Eh ya nggak juga deng. Namanya juga beradaptasi dari perubahan Abi yang super sweet menjadi Abi yg akhirnya menunjukkan style asli ha-njuk-nguopo style. Kalo sekarang kan udah tau hal-hal yang perlu dihindari kecuali pengen menurunkan mood secara drastis dan kalimat-kalimat yang bakalan cuma dibalas dengan ekspresi sedatar mungkin sama dia :|
Ya gitu deh. Ini apa malah curhat.
Empty Words #2
The words are hanging on my tongue. Tapi sayangnya lidah tidak pernah sinkron dengan otak.
Tadi waktu ngelamun, tiba-tiba sadar, it's been 3years.
Eh. Nggak penting itunya. Maksudnya gini; mau UN lagi bentar lagi, mau perpisahan lagi, mau lulus lagi, mau melewati masa terakhir kali sekelas bareng temen-temen lagi. Cepet banget. Semoga nggak ada yang semacam itu lagi. Aku nggak mau ya, 3 tahun dari sekarang aku nulis di blog; it's been 3 years. Bodoh banget.
Yaudah sih itu doang. Karena judulnya aja empty words, ya nggak bermakna hehe.
Fate, I'm leaving.
Found a really great quote to be laughed on.
Iya. Aku ketawa, eh senyum, waktu baca. Enggak. Aku nggak kemudian menghubung-hubungkan itu sama apapun, atau siapapun.
But I do give up of these Fate things. Mau menyusul Deta yang sudah berhasil menyimpulkan; waktu sudah membunuh aku, kamu, dan kebodohanku sendiri.
Dan kalaupun dalam jeda 3 tahun ini yang dibuat oleh—mungkin Takdir, mungkin Kebetulan—dan tahun-tahun berikutnya sampai that Hey-Finally-I-Find-You-Again moment ada begitu banyak yang membuat aku ngerasa kita bukannya dipisahkan tapi sedang disiapkan untuk pertemuan, I will try my hardest to deny them all.
I'm leaving this game. Sembilan puluh lima persen karena capek. Lima persen karena aku merasa pilihan itu yang justru akan meruntuhkan jarak imajiner yang ada. Tapi percaya, nggak ada yang perlu ditakutkan oleh siapa-siapa, baik aku, kamu, atau mereka yang sekarang menggantikan masing-masing dari kita.
Kalau jarak itu benar-benar runtuh nantinya dan kita bisa punya kesempatan buat—sekali lagi—berselisih jalan, aku cuma mau bilang;
"Pernah nggak kamu terhubungkan sebegitu aneh dengan seseorang, sampai hidupmu jadi kayak mimpi?"
Iya. Aku ketawa, eh senyum, waktu baca. Enggak. Aku nggak kemudian menghubung-hubungkan itu sama apapun, atau siapapun.
But I do give up of these Fate things. Mau menyusul Deta yang sudah berhasil menyimpulkan; waktu sudah membunuh aku, kamu, dan kebodohanku sendiri.
Dan kalaupun dalam jeda 3 tahun ini yang dibuat oleh—mungkin Takdir, mungkin Kebetulan—dan tahun-tahun berikutnya sampai that Hey-Finally-I-Find-You-Again moment ada begitu banyak yang membuat aku ngerasa kita bukannya dipisahkan tapi sedang disiapkan untuk pertemuan, I will try my hardest to deny them all.
I'm leaving this game. Sembilan puluh lima persen karena capek. Lima persen karena aku merasa pilihan itu yang justru akan meruntuhkan jarak imajiner yang ada. Tapi percaya, nggak ada yang perlu ditakutkan oleh siapa-siapa, baik aku, kamu, atau mereka yang sekarang menggantikan masing-masing dari kita.
Kalau jarak itu benar-benar runtuh nantinya dan kita bisa punya kesempatan buat—sekali lagi—berselisih jalan, aku cuma mau bilang;
Hai, kemana aja?
Skip.
I really wanna skip these months ahead. My mind is just overload. No. I didn't mention the exams. I mentioned you.
Quote of The Day
You must be so lucky to have the luckiest girl in the world, she owns the nicest boy she may find, anyway.Just if you understand what I mean. Haha.
Conversation #3
Girl : Gimana kalo tiba-tiba ketemu? All in sudden.
Mind : Why don't you just face it? He won't bite, will he?
Nice to see my mind has grown a little bit wiser. You know, mind, how deep I hate you, I still love you.
[And the mind answers; "I'm worth the love."]
Just like; whatever.
Nice to Know This
We boys don’t get butterflies, we get fireworks.
We don’t have you on our mind 24/7, but we do have you on our hearts.
Often, yes we wait for you to go online, sometimes simply even just being online makes our heart skip a beat, even if we don’t talk.
Whenever you talk to us, our face forms that half-smile; it means we are happy but are trying our hardest to not show it, and fail at hiding it.
We do miss you all the time; granted, we’d spend all our time with you if possible.
We don’t think of the smallest things you say, we think of every word you say, panicking at every single word, trying to define what it really means, to read between the lines.
But wait there’s more.
We don’t have you on our mind 24/7, but we do have you on our hearts.
Often, yes we wait for you to go online, sometimes simply even just being online makes our heart skip a beat, even if we don’t talk.
Whenever you talk to us, our face forms that half-smile; it means we are happy but are trying our hardest to not show it, and fail at hiding it.
We do miss you all the time; granted, we’d spend all our time with you if possible.
We don’t think of the smallest things you say, we think of every word you say, panicking at every single word, trying to define what it really means, to read between the lines.
But wait there’s more.
A Man Behind All The Craziness.
Namanya Fi. Cukup Fi saja tanpa tambahan apa-apa. Dia bukan manusia, jelas. Manusia tidak bisa menjadi terlalu sempurna untuk menjadi teman baik--jika saja ada kata yang jauh melampaui kata baik, aku akan memilih itu. Sementara dia sempurna.
Untuk tertawa bersama, bahkan meski harus melampaui batas dunia nyata.
*) Homunculus: berarti 'manusia kecil' merupakan bagian otak yang merekam seluruh pengalaman individu yang bersangkutan tanpa terkecuali.
Aku menemukannya, mungkin tahunan lalu. Kapan ya. Mungkin sewaktu seragamku masih putih biru. Dia lucu. Suka bercanda. Dan menjadi sumber segala yang gila-gila. Cuma aku dan dia yang mengerti, tentu saja. Kebanyakan sih tentang dia, atau sering juga aku. Ah tidak, kami berdua sama-sama paling suka menertawai Takdir, atau kadang permainan Tuhan sendiri. Jangan berusaha mengerti sisi lucunya; kami berdua jayus.
Lalu aku anggap dia apa, jika kataku tadi bukan manusia?
Bukan, bukan hantu.
Sebut saja masa lalu.
[Yang mengendap]
Lalu mengambil wujud sebuah, sebentuk Homunculus*).
Ikut hadir dalam wujud rohani, tapi tidak dengan jasmani. Atau kadang melalui mimpi. Hanya saja, masih sama, dalam wujud kenangan, impian, bayangan.
Tapi melampaui semuanya, aku berterima kasih. Tidak peduli ini akan membuatku tampak lebih gila. Karena pada siapa lagi ceritaku dibagi jika bukan dengan sesuatu yang hanya akan diam saja lalu berkomentar pedas pada akhirnya.
Dan terima kasih untuk membuat hidup tampak lebih lucu. Untuk menyadarkan aku pada kalimat;
Go ahead and you'll see; the world ain't that ugly, it's just the way too funny.
Untuk tertawa bersama, bahkan meski harus melampaui batas dunia nyata.
*) Homunculus: berarti 'manusia kecil' merupakan bagian otak yang merekam seluruh pengalaman individu yang bersangkutan tanpa terkecuali.
Girl : Halah cowok, deketin banyak orang dulu tar kalo ada yang suka langsung mau.
Mind : Semuanya?
Girl : Iyalah.
Mind : Kecuali?
Girl : Someone in past?
Mind : HAHA.
But like really, he's the best I could ever met. Ask The Fate why am I not the best he could ever met. Haha. Kidding! Live your life and I'll live mine. God bless.
[P.S.: salahkan sepeda motor di depanku yang plat nomer belakangnya...udahlah, another coincidence, maybe?]
[P.S.: salahkan sepeda motor di depanku yang plat nomer belakangnya...udahlah, another coincidence, maybe?]
Conversation. Again.
....
Mind: Yours.
Girl: You stupid.
[Shutting the Mind down]
Took place, again, in my head, hours ago. Di tempat parkir sekolah, kemudian ngakak sendirian sambil ngomel dalam hati.
[Then think, I would really like to marry my own Mind. He's funny, I think]
Mind: Don't you like it when he's around?
Girl: ...sort of, maybe?
Mind: Nah!
Girl: Ah but you know how am I. That's what always weaken me.
Mind: You hate being weak, don't you?
Girl: Maybe.
Mind: And that's what weaken you.
Girl: ...
This conversation took place in my head just hours ago. And just like what always happen in another conversation, I was speechless. Sometimes it's really hard to be a stubborn girl if your mind does never stay under your command and plan a betrayal.
Maybe it's the weather..I don't really bother... :|
Best Place to Cry On
So I wonder if someone would ask me, where's the best place to cry. I know the question won't come in these nearly time so I made this haha. Don't think I will be able to finish this in Indonesian without ended by pushing the close icon. :p
So where's the best place to cry on?
His shoulder and his stomach.
For me, at least. But like really, even if he's the only reason why the tears are shed, it's always nice to cry on his shoulder and his stomach. You know we aren't that kind of neither cute nor sweet couple. And don't say we're sweet in our own way. We are totally not. I don't know if the love still stays. I don't know if we really meant to be together. I don't know if these 27-almost-28 months are only a waste.
I don't know until today. Today I finally know that somehow it can still be called as love. That if we didn't mean to be together, these 27-almost-28 months aren't only a waste. That we have learned, experienced so many things, moments. That I grew, him either. That I know him much better than before.
I knew it, in his shoulder, by shedding the tears for some selfish reasons.
I don't think it will make us be better. I don't think it will make me understand his badness all in sudden. And also, it won't make him understand my selfishness all in sudden. It's just a moment, when I'm in blue and missing the old him haha. But I do really know, people change. And what's we experienced is just a phase of the cycle of life. And thank God for let me experienced the phase of meeting him.
Nah. Told you not to think we are sweet. I told you we are not. We are totally not. Ora blas. Haduh pokoknya jadi aku dulu deh biar tau. Dia bukan cowok sweet terselubung seperti yang dibayangkan kebanyakan. Bukan juga cuek tapi sweet. Dia beneran cuek, tanpa sweet. Beneran atos, tanpa sebenernya-care. Ya gitu deh. Kalo ada yang tanya gimana biar bisa awet, aku harus beneran jawab: jadi kayak aku makanya. Ga deng. :P I swear he really really really sick of me, sometimes-_-
What you need maybe a crying session on his shoulder and see what you just missed. That what you both have passed over aren't only a waste.
Plan.
Big HEEEEEY!!!! Crap! Udah janji sama diri sendiri td, setengah jam yg lalu, untuk tidur jam 1 pagi. Tomorrow's school day, just fyi. Dan sekarang sudah jam....1. Kurang 5 menit.
But I do. Really really really do miss blogging. Hehe. Nggak tahu juga mau ngomong apa. It's like a quote I ever knew
"Biggest mistake of those who use Twitter (blog, in my case) is that they think they have people who want to know what are they doing"
Hahahaha. I did laughed for this. Maybe you don't :l
But like really, this is so damn fit to me. I wonder is there any people who'd like to read shits like this? Haha. No I guess.
Ah ya, need to tell ya, I missed my 2-years-anniversary-post. Bah. Actually I've planned a guhreat post. Tapi malu ih buatnya :" Promise me not to laugh! Not to underestimate. Not to um...will think about another ones later. But gyaaaa, malu. Banget.
Yaudah deh. See you in the next post. The controversial one hahaha. PROMISE ME NOT TO LAUGHHH!!!
Btw, gaje yah post-nya.
NB: I saw 01.01 just a while ago:)
But I do. Really really really do miss blogging. Hehe. Nggak tahu juga mau ngomong apa. It's like a quote I ever knew
"Biggest mistake of those who use Twitter (blog, in my case) is that they think they have people who want to know what are they doing"
Hahahaha. I did laughed for this. Maybe you don't :l
But like really, this is so damn fit to me. I wonder is there any people who'd like to read shits like this? Haha. No I guess.
Ah ya, need to tell ya, I missed my 2-years-anniversary-post. Bah. Actually I've planned a guhreat post. Tapi malu ih buatnya :" Promise me not to laugh! Not to underestimate. Not to um...will think about another ones later. But gyaaaa, malu. Banget.
Yaudah deh. See you in the next post. The controversial one hahaha. PROMISE ME NOT TO LAUGHHH!!!
Btw, gaje yah post-nya.
NB: I saw 01.01 just a while ago:)
Pooffff!
"""Sedang meletup-letup!! Semangatin aku!"
The idea was coming out for about a week ago. Pas lagi mandi, best of the best time for having an-only-me-and-my-mind-time, and taraa punya ide buat kembali bikin novel. Believe me, I've done it before. Years ago. Udah tamat dengan segala intrik kesinetronan dan khas teenlit banget. Not really bad, sih. But now I'm growing differently. Maybe have adopted many things from books I read. I'm leaving those teenlit-ish thingy dan try to make it better.Like I've mentioned Retta before, my imagination was surprisingly coming out. Poof! Poof!
So last night, I started. Opened Dewi Lestari's 55 days' blog was like memancing ide. Asik! The passion is finally going home to my mind :D
This novel would take a very long time to finish I think, but well I'm trying to write at least 2 pages a day. Would really like to tell ya later :)
Share.
HHHHHH. Ini antara pengen ketawa plus lega banget. Satu-dua jam yang lalu nggak bakal nyangka sekarang udah duduk leha-leha di depan komputer buat posting blog :p
But God showed His help :)
Jadi gini, ini sumpah deh sepele bangeeeeet se-sepele-sepele-nya kasus komputer/laptop. Pertama-tama malah ngakak karena desktop laptop jadi super aneh. Tapi abis itu mulai panik karena nggak ngerti gimana balikinnya ke awal-_-
Jadi gini, tadi pas lagi mau nginstal game, nggak sengaja open with aplikasi gamenya(.exe) itu pake notepad. Itu karena pertamanya gamenya nggak bisa kebuka dan berdasarkan pengalaman kalo game itu bisa diubah-ubah pake notepad. Tapi itu game hape, bukan game PC yang eksistensinya sama kayak program.
Dan....yak alhasil SEMUA program (Ms.word, adobe, dll) kebuka pake program Notepad. Sampe pengen nangis beneran, nggak tau gimana cara balikinnya ke semula.





